
Jakarta, Body Work Biz Indonesia
—
Keenam Mae, istri dari komedian
Temon
, membagikan cerita mendalam mengenai momen-momen terakhir kebersamaan mereka sebelum sang suami mengembuskan napas terakhir.
Temon dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/7) pagi akibat serangan jantung dan dimakamkan hari ini, Senin (13/7) di TPU Tanah Kusir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia cerita bahwa Temon selalu setianya menunggunya pulang beraktivitas. Sepulang Mae bermain bulu tangkis, keduanya sempat menikmati obrolan santai sebelum beristirahat tidur.
“Memang kalau saya belum pulang dia biasanya belum tidur. Pas udah selesai, sudah tuh dia tidur. ‘Besok ada bola nih’, dia bilang gitu,” ujar Mae seperti diberitakan
detikcom
, Senin (13/7).
Pada Minggu (13/7) pagi, Temon tak jadi bangun pukul 4.00 WIB untuk menonton bola. Mae pun mengaku sengaja tak membangunkan agar suaminya itu bisa beristirahat penuh sebelum mengisi sebuah acara pada pukul 10.00 WIB.
Temon pun baru bangun sekitar pukul 6.00 WIB dan langsung mencari tahu perkembangan skor pertandingan tersebut.
[Gambas:Video Body Work Biz]
Mae kemudian menghidupkan televisi untuk sang suami yang saat itu ditemani anak mereka, sebelum bergegas pergi untuk membuka warung dagangannya di area depan rumah.
“Jam 6 dia bangun, ‘Ini baru 1-1 nih,’ dia bilang gitu. Saya bilang, ‘Sudah habis kali, orang ini sudah jam 6, mulainya jam 4,'” bebernya.
“Ya sudah saya setelin TV-nya. Saya tinggal karena saya buka warung di depan. Dia nonton ditemenin sama anak saa. Ya sudah gitu aja, enggak ada omongan sakit, nggak ada omongan apa-apa. Pas kami mau sarapan, dia baru ngeluh sakit,” tutur Mae.
Detik-detik kritis mulai terjadi saat waktu sarapan tiba. Temon yang belum sempat mengonsumsi makanan apa pun mendadak mengeluhkan rasa nyeri yang hebat di bagian dadanya setelah meminum sedikit teh hangat.
“Belum, baru minum teh hangat doang. Minta roti juga belum sempat saya bikinin. Pas dia keluar, sudah langsung ngeluh sakit di dadanya. Minum teh sedikit, saya tanya, ‘Sudah mendingan enggak? Kita ke rumah sakit.'”
“Kalau sudah ngeluh, berarti dia emang udah nggak bisa nahan sakitnya,” ungkapnya.
Di tengah kepanikan, Temon masih memperlihatkan kekuatan fisiknya dengan berjalan sendiri menuju kendaraan yang akan membawanya ke fasilitas kesehatan, sembari memegangi sang istri.
Sepanjang perjalanan, ia berupaya menahan rasa sakit di dada dan kepala sambil mengingatkan istrinya untuk mengabarkan pembatalan janji temu kepada salah satu rekannya.
“Almarhum jalan sendiri, cuma pegangan sama saya. Masuk ke mobil pun enggak ada yang sulit, biasa aja. Ngomong pun biasa, cuma ya memang nahan sakit di dada sama di kepala. Saya pijitin, saya bawain minyak angin,” cerita Mae.
“Enggak ada ngeluh gimana-gimana, cuma kasih tahu suruh hubungin ini dan itu, ada satu orang yang dia sudah ada janji. Saya bilang, ‘Enggak usah mikirin kayak gitu, fokus Abangnya sembuh aja, acara masih lama,'” kenangnya.
Percakapan tersebut ternyata menjadi momen terakhir Mae bersama sang suami. Di balik kepergian yang mendadak, ia mengenang sosok Temon sebagai figur kepala keluarga yang luar biasa dan selalu berhasil menghadirkan tawa di dalam rumah.
Ia menyebut suaminya adalah sosok penyayang yang sudah dikenalnya sejak berusia 18 tahun saat mendiang masih berkarier sebagai penyiar radio.
“Buat saya sama anak saya, mungkin orang tahunya Mas Temon itu gimana, tapi kalau buat saya dia selalu bisa bikin saya ketawa. Sekesel apa pun saya, dengan omongan dia sedikit pun pasti udah bikin saya ketawa,” ucap Mae.
“Dia suami yang hebat. Walaupun di mata orang lain pendapatnya banyak, tapi buat saya dia selalu ada. Buat dia, sebuah kebahagiaan kalau melihat saya bisa ketawa. Sama anaknya juga dia ngajarin komedi. Mudah-mudahan dia tenang,” tutup Mae.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Anak Jarang Main di Luar Berisiko Mata Minus Sebelum Usia 8 Tahun
Baca lagi: Israel Akan Gelar Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Mau Maju Lagi
Baca lagi: Kronologi Ancaman Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Jaksel




10 Responses
Analisis yang sangat matang, cocok jadi bahan bacaan para eksekutif dan profesional.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/10237-2/
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=308604 siapa tau ngebantu.
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://kldp.org/comment/250060 juga punya artikel yang relate banget.
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://kldp.org/comment/351684 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
wijaya88 tempat main slot gacor terpercaya akses langsung wijaya88 login sekarang
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://magic.ly/dsy2788/Navigasi-Informasi:-Pentingnya-Analisis-Media-yang-Kritis-di-Era-Banjir-Data yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih infonya, ngebantu banget buat memahami topik ini lebih dalam. Kebetulan saya baru baca ulasan serupa di https://www.bandsintown.com/a/1006088-jon-wayne-and-the-pain, lumayan buat pelengkap.
Saya sangat mengapresiasi kedalaman riset dan penyampaian dalam artikel ini. Banyak strategi baru yang langsung saya catat untuk saya praktikkan mulai hari ini dalam kehidupan personal saya. https://gres-cacao-me-boost-your-performance-an.webflow.io/
Artikel ini adalah bekal terbaik untuk menghadapi situasi yang serba tidak pasti. Ilmunya mengajarkan kita cara menjadi lebih fleksibel dan adaptif dalam keputusan harian. https://eridan.websrvcs.com/system/media/play.asp?id=30216&key=981B5DC5-BCF9-459E-B9BC-269C06307269
Wah, informasinya sangat bermanfaat min! Kebetulan lagi riset tentang topik ini buat nambah referensi. Kalau teman-teman mau liat sudut pandang lain, bisa juga coba cek https://www.dibiz.com/doroka7959 ya.